Resleting merupakan salah satu komponen yang hampir selalu ditemukan pada berbagai produk seperti tas, jaket, gaun, dan sepatu. Dibandingkan dengan kancing atau pengait biasa, resleting menawarkan tingkat kepraktisan yang lebih tinggi. Harga resleting di pasaran biasanya ditentukan berdasarkan merek, jenis, dan ukurannya.

Menariknya, resleting diciptakan karena sang penemu merasa tidak sabar. Menurut sejarah, resleting ditemukan sekitar tahun 1890-an. Pada masa itu, sepatu yang umum dipakai memiliki tinggi hingga menutupi betis, sehingga memerlukan banyak kancing sebagai pengaitnya.

Untuk memakai dan membuka sepatu tersebut, diperlukan waktu minimal 15 menit. Whitcomb Judson merasa terganggu dengan hal ini, sehingga ia mencoba menciptakan alat pengait baru selain kancing. Setelah melakukan berbagai percobaan, ia akhirnya berhasil menciptakan benda pengait terdiri dari dua rantai logam yang dapat disatukan dengan kepala pengait di tengahnya.

Meskipun mengalami banyak kendala dan hasil yang belum sempurna, usaha kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Pada bulan Desember 1913, Kolonel Lewis Walker mendukungnya untuk membuka Universal Fastener Company, yang menjadi awal dari perusahaan resleting yang masih dikenal hingga saat ini.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan benda pengait ciptaan Judson semakin berkembang. Tidak hanya digunakan untuk sepatu, tetapi juga untuk pakaian dan tas, bahkan menjadi lebih luas dan multifungsi. Namun, pada awalnya benda ini belum memiliki nama yang resmi. Suatu saat, seorang pengusaha mengunjungi perusahaannya dan melihat Judson memperagakan alat ciptaannya. Dengan spontan ia berteriak, “Wow, Zipper!” Sejak saat itu, benda pengait ini dikenal sebagai zipper dan dikenal dengan sebutan resleting di Indonesia.

Ada beberapa jenis resleting yang tersedia di pasaran, yang dapat dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya dan bentuk/tipenya. Berdasarkan tipenya, resleting dapat dibagi menjadi dua, yaitu Close End (berujung tertutup) dan Open End (berujung terbuka).

Jenis Resleting

Berdasarkan bahan pembuatnya, resleting dibedakan menjadi empat, yaitu invisible zipper, coil zipper, metal zipper, dan plastic zipper. Penjelasannya sebagai berikut.

Bahan Resleting

 

Harga Resleting Tas - shopee.co.id
Harga Resleting Tas – shopee.co.id

Harga Resleting Tas

Merk Resleting Tas Harga
Resleting koil/plastik ASAHI no 5 Rp1.500 per meter
Resleting AMCO no 5 hitam Rp2.200 per meter
Resleting plastik tas kerajinan tangan souvenir no 5 Rp3.000 per meter
Resleting Vislon no 5 Merk Lion 24 inch/60 cm Rp4.000
Resleting YKK no 5 Rp4.250 per meter
Resleting YEE gigi kasar 70 cm Rp5.000
Resleting Jepang invisible zipper 25 cm atau 10 inci Rp7.000 per lusin
Resleting besi no 5 (62) Emas Muda (90 cm) Rp7.035 per yard
Resleting waterproof panjang 78 cm hitam Rp15.000
Resleting AMCO no 5 hitam per 5 meter Rp11.000
Resleting tas waterproof no 3 Rp13.000 per meter
Resleting slider tas no 3 100 yard (90 meter) Rp86.500 per roll

Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga resleting tas di pasaran saat ini cenderung naik. Misalnya, resleting YKK no 5 yang semula dijual seharga Rp4 ribu, kini sedikit naik menjadi Rp4.250 per meter. Begitu pula harga resleting Jepang invisible zipper 25 cm yang naik dari Rp6 ribu menjadi Rp7 ribu per lusin.

Harga resleting tas di atas dirangkum dari berbagai sumber. Harap diingat bahwa harga resleting tas dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu dan bisa berbeda di setiap tempat. Anda dapat mendatangi toko peralatan jahit terdekat atau memesan produk melalui sejumlah situs online.

[1] Aan, A. 2014. Absolute Zipper Creations: 20 Aksesori Unik & cantik dari Resleting (Muttafaqur R, editor). Sidoarjo: Genta Group Production.